Pada Minggu (22 Juni 2025), bidang Kerohanian FOSMAKI FKIP Universitas Lampung telah melaksanakan kegiatan Gerakan Berbagi Daging (GBD) dengan mengusung tema “Satukan Hati, Tebar Kebaikan, Raih Keberkahan.” Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 14.30 WIB hingga selesai dan dilaksanakan di Masjid Darussalam Karangasri serta di sekitar area Universitas Lampung.
Gerakan Berbagi Daging (GBD) merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian sosial dan kebersamaan yang diinisiasi oleh bidang Kerohanian sebagai wujud rasa syukur dan empati terhadap sesama. Melalui kegiatan ini, para peserta diajak untuk menanamkan nilai-nilai berbagi, mempererat ukhuwah, serta menumbuhkan semangat gotong royong dalam lingkungan sekitar.
Pelaksanaan kegiatan GBD tahun ini juga menjadi istimewa karena berkontribusi bersama beberapa Forum Komunikasi (Forkom) yang ada di lingkungan FKIP dan Universitas Lampung. Adapun forkom yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini antara lain:
- IMABSI
- FORMATIF
- MEDFU
- HIMASAKTA
- FPPI-FKIP
- SEEDS
- FOSMAKI
- Forkom PGPAUD
- HMJPBS
- IMAGE
Kegiatan ini dilaksanakan dengan penuh semangat kebersamaan dan kepedulian. Melalui kerja sama antarorganisasi tersebut, kegiatan GBD tidak hanya menjadi momen berbagi daging semata, tetapi juga wadah untuk mempererat hubungan antarormawa serta memperluas manfaat bagi masyarakat di sekitar lingkungan kampus.
Suasana kehangatan dan kepedulian terasa selama kegiatan berlangsung. Setiap anggota yang terlibat berperan aktif dalam proses pembagian daging kepada masyarakat sekitar, menunjukkan semangat gotong royong dan keikhlasan dalam berbagi.
Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus menebarkan kebaikan dalam bentuk apa pun, sekecil apa pun, karena setiap kebaikan memiliki dampak yang berarti. Seperti yang disampaikan oleh panitia, “Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan kita dalam membangun lingkungan yang penuh kasih.”
Semoga kebaikan kecil yang dilakukan hari ini menjadi bekal besar untuk esok dan seterusnya. Aamiin. Sebab berbagi bukan soal seberapa banyak yang kita punya, tetapi seberapa tulus kita memberi.

